Friday, March 28, 2008

Rakyat Kehilangan Negara

Rakyat dan negara merupakan kesatuan. Rakyat tidak mungkin ada tanpa negara, sebaliknya negara tidak akan berdiri tanpa adanya rakyat. Namun, melihat fakta belakangan ini, pengertian harfiah itu bergeser. Rakyat dan negara bukan lagi merupakan kesatuan. Banyak kepentingan negara tidak bersentuhan dengan kepentingan rakyatnya. negara punya jalan sendiri, rakyat memilih jalan lain. Masih banyak kepentingan rakyat yang terabaikan. Amat mudah dimengerti, mengapa belakangan ini rakyat kian gampang berbuat anarki. Agaknya gejala itu merupakan pertanda nyata, negara kian menjauh dari rakyatnya. jika hal ini dibiarkan berlarut, perbuatan anarki kian menjadi-jadi.

bersambung .....

1 comments:

Anonymous said...

saya setuju bang ... memang negara ini tidak ada lagi "hati" untuk rakyatnya.

salam

Renungan

Take time to THINK, it's the source of POWER
Take time to READ, it's the foundation of WISDOM
Take time to QUIET, it's the opportunity to seek GOD
Take time to DREAM, it's the FUTURE made of
Take time to PRAY, it's the GREATEST POWER on earth


("Unknown")