Rakyat dan negara merupakan kesatuan. Rakyat tidak mungkin ada tanpa negara, sebaliknya negara tidak akan berdiri tanpa adanya rakyat. Namun, melihat fakta belakangan ini, pengertian harfiah itu bergeser. Rakyat dan negara bukan lagi merupakan kesatuan. Banyak kepentingan negara tidak bersentuhan dengan kepentingan rakyatnya. negara punya jalan sendiri, rakyat memilih jalan lain. Masih banyak kepentingan rakyat yang terabaikan. Amat mudah dimengerti, mengapa belakangan ini rakyat kian gampang berbuat anarki. Agaknya gejala itu merupakan pertanda nyata, negara kian menjauh dari rakyatnya. jika hal ini dibiarkan berlarut, perbuatan anarki kian menjadi-jadi.
bersambung .....
Friday, March 28, 2008
Rakyat Kehilangan Negara
Labels:
Indonesia,
riwayatmu kini
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


1 comments:
saya setuju bang ... memang negara ini tidak ada lagi "hati" untuk rakyatnya.
salam
Post a Comment